Senin, 15 Februari 2010

Pasukan Koalisi Bergerak ke Dalam Marjah

International

Operasi Moshtarak

Senin, 15 Februari 2010 - 17:11 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Pasukan AS terlibat baku tembak (Foto: AP)

MARJAH - Memasuki hari ketiga operasi penumpasan anggota Taliban di kota Marjah, pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat beserta pasukan Aghanistan, bergerak lebih ke dalam kota untuk menumpas kelompok Taliban.

Saat memasuki Marjah, pasukan koalisi lansung terlibat baku tembak dengan pihak militan dalam upaya merebut kota tersebut dari genggaman Taliban. Suara tembakan jelas terdengar di beberapa lokasi yang dipenuhi dengan pihak militan.

Pada bagian utara kota Marjah, sebuah kendaraan lapis baja dihujani tembakan dari sekira tiga tim pasukan penembak jitu Taliban yang berbeda tempat. Serangan penembak jitu tersebut memperhambat gerak dari kendaraan lapis baja itu. Bahkan satu tim penembak jitu itu nekat untuk melepaskan tembakan mereka dari jarak 50 meter mendekati kendaraan.

Sementara pasukan Nato terus bergerak maju hingga empat kilometer ke dalam kota Marjah untuk bergabung dengan pasukan AS dan Afghanistan yang sudah diturunkan melalui udara sebelumnya.

Operasi yang diberi nama Operasi Moshtarak ini melibatkan 15 ribu pasukan AS, Afghanistan dan Inggris. Operasi ini yang terbesar sejak invasi yang dipimpin AS ke Afghanistan pada 2001 lalu. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (15/2/2010).

Namun misi kali ini sempat dilanda kemunduran saat dua roket AS mengenai sebuah rumah di luar kota Marjah. Akibat 12 warga sipil dilaporkan tewas dalam kejadian ini. Menurut pihak Nato roket tersebut meleset sekira 600 meter dari target yang telah ditentukan, laporan ini merevisi laporan Nato sebelumnya yang menyebutkan roket tersebut meleset sejauh 300 meter.

Kematian warga sipil ini menjadi pukulan telak bagi usaha Nato dan Afghanistan untuk memenangkan dukungan dari warga Marjah. Kota ini memang daerah yang amat penting karena Marjah merupakan pusat logistik bagi Taliban. Selain itu kota ini juga basis produksi opium dari Taliban yang menjadi sumber finansial mereka untuk melakukan aksi perang mereka. (faj)(rhs)

0 komentar:

Posting Komentar