Selasa, 16 Februari 2010 - 11:40 wib
JAKARTA - Menteri Perindustrian MS Hidayat akan melakukan pertemuan dengan Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) dan pihak perbankan untuk meminta dukungan mereka kepada dunia industri.
Pertemuan tersebut rencananya dijadwalkan akan berlangsung pada pekan depan sekira tanggal 24 Februari 2010 dan bertempat di Bank Indonesia.
"Minggu depan Kemenperin akan rapat dengan BI dan perbankan untuk meminta dukungan dari bank untuk sektor industri. Tempatnya di BI, kira-kira tanggal 24 (Februari)," ujar Hidayat sesuai Rapat Koordinasi tentang Tata Ruang, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Meskipun sebenarnya bukan ranah kuasanya, namun dirinya merasa harus meminta secara khusus dukungan dari BI dan pihak perbankan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, dirinya mengharapkan agar tingkat suku bunga dapat turun menjadi 11-12 persen dari yang semula di atas 16 persen. Sementara untuk alokasi kredit perbankan kepada industri diharapkan dapat mencapai 20 persen dari hanya 13 persen pada tahun lalu.
"Penurunan tingkat suku bunga, sedikit di atas 10, sekira 11-12 persen, dan kalau ingin mendongkrak industri kredit harus tumbuh 20 persen," tambahnya.
Tahun ini, Menperin mempresentasikan pertumbuhan industri akan mencapai 4,6 persen dibanding dengan tahun lalu yang hanya 1,7 persen. Pertumbuhan itu dilihat dari segi investasi dan juga kinerja industri.
Dirinya pun optimistis, industri akan mulai menggeliat pada semester kedua, salah satunya industri baja yang tadinya minus, pada Agustus akan masuk investasi dari POSCO, Korea Selatan yang akan membangun pabrik bekerja sama dengan Krakatau Steel senilai USD5 miliar.
Dengan optimismenya itu, dirinya mengusulkan konsep re-industrialisasi sebagai jawaban atas kritikan de-industrialisasi. "Sekarang saya sedang merancang re-industrialisasi," tandasnya.
-
0 komentar:
Posting Komentar