Rabu, 07 April 2010

Merokok di Toilet Pesawat Dikira Teroris


Kamis, 8 April 2010 - 10:45 wib


WASHINGTON - Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) menepis kemungkinan adanya bom yang dibawa oleh seorang warga Qatar, di sebuah pesawat komersil AS. Sebelumnya pria tersebut ditangkap setelah dianggap berusaha meledak bom yang diduga dipasang di kakinya.

Namun setelah diselidiki ternyata pria yang menumpang pesawat United Airlines dari Washington menuju Denver, tidak membawa jenis peledak apapun. Pesawat itu justru berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Denver.

Sebelumnya penumpang pesawat dibuat panik setelah pria yang bekerja sebagai diplomat itu berusaha menyulut api dari sepatunya. Namum dugaan upaya pengeboman tersebut tidak terbukti, karena pria hanya ingin mengisap rokok di dalam toilet pesawat dengan nomor penerbangan 663 itu.

"Sepertinya pria tersebut menghisap rokok di toilet pesawat sehingga menimbulkan kecurigaan dari pihak awak kabin pesawat," ungkap seorang pejabat penerbangan AS seperti dikutip Reuters, Kamis (8/4/2010).

Meski tidak terbukti tidak ada bom dibawa oleh pria asal Qatar tersebut, hingga kini pihak keamanan masih terus menahannya untuk dimintai keterangan.

Biarpun tidak terbukti ada bom, insiden kali ini menunjukan sikap paranoid berlebihan dari warga AS dalam penerbangan mereka. Hal ini wajar terjadi karena sebelumnya pada 25 Desember lalu, sebuah upaya pengeboman dalam pesawat sempat digagalkan oleh penumpang maskapai Northwest Airline.

Saat itu seorang pemuda asal Nigeria bernama Umar Farouk Abdulmuthalab ditangkap oleh penumpang saat berusah meledakan bom yang dipasang pada kakinya. Pemuda itu sendiri dilatih oleh kelompok teroris internasional Al Qaeda di Yaman. Aksi gagalnya tersebut bahkan mengundang pujian dari pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden yang berbicara melalui rekaman suaranya yang dikirimkan ke media Arab. (faj)

0 komentar:

Posting Komentar